Search
Close this search box.
Berita Terbaru
Hasil Kajian Bawaslu Tentang Deklarasi Dukungan Kades di Pati Ke Cagub -Cabub Yang Sempat Viral.

PATI, Lintasgrobogan.com-Bawaslu Kabupaten Pati telah melakukan kajian terkait aksi deklarasi para kepala desa di Pati yang mendukung anggota DPR RI Sudewo maju calon Bupati Pati dan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi maju calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Berikut ini hasilnya.
“Hasil kajian kami, berdasarkan konsultasi kepada pimpinan, kepada Bawaslu Provinsi dan RI, kita nyatakan bahwa peristiwa tersebut belum memenuhi unsur dinyatakan sebagai dugaan pelanggaran pemilihan maupun peraturan undang-undang lainnya,” kata Ketua Bawaslu Pati, Supriyanto, kepada wartawan di kantornya, Rabu (3/7/2024).

Supriyanto mengatakan, Bawaslu langsung melakukan penelusuran usai menerima laporan tentang video deklarasi yang dilakukan oleh para Kades di sebuah hotel di Pati pada Kamis (20/6) lalu

Bawaslu juga telah memintai keterangan beberapa pihak, mulai dari kades yang terlibat hingga pihak Dinas Pemberdayaan Desa dan Masyarakat Pati.

“Kita sudah melakukan penelusuran terhadap beberapa pihak yang perlu dimintai keterangan. Kami juga sudah mengkaji secara lengkap terkait dengan fakta-fakta hukum yang kami temukan dalam penelusuran melalui minta keterangan tersebut,” jelasnya.

Setelah itu, Bawaslu Pati mengkaji temuan di lapangan dengan undang-undang tentang pemilu dan lainnya. Hasilnya, deklarasi itu belum termasuk pelanggaran karena dilakukan sebelum masa kampanye dan belum ada pasangan calon Bupati maupun Gubernur yang ditetapkan oleh KPU.

“Seperti belum masa tahapan kampanye, selain itu pula belum ada pasangan calon yang telah ditetapkan, sehingga belum memenuhi unsur pelanggaran,” jelas Supriyanto.

(Bawaslu) mengkaji dengan berbagai undang-undang ya, undang-undang pemilihan, kemudian undang-undang desa kami juga kaji. Tetapi memang dalam konteks kewenangan Bawaslu, peristiwa tersebut belum memenuhi unsur dugaan pelanggaran,” sambungnya.

Supriyanto juga mempersilakan instansi lain yang berwenang lebih luas dari Bawaslu untuk melakukan kajian terhadap aksi deklarasi para kades yang sempat viral tersebut.

“Bawaslu tetap mendorong pelaksanaan pemilihan ini secara jujur adil, kemudian juga memperhatikan kondusivitas wilayah dan juga berbagai hal. Kabupaten Pati menjadi perhatian kami, kami berkomitmen, kemudian mendorong kepada instansi lebih berwenang lebih lanjut terkait dengan dugaan video yang kemudian viral itu apabila memiliki wewenang lebih luas daripada yang dimiliki oleh Bawaslu,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, ramai video kepala desa (kades) di Kabupaten Pati deklarasi bakal calon Bupati Pati dan calon Gubernur Jawa Tengah. Kepala Desa Semampir, Kecamatan Pati, Parmono yang memimpin deklarasi pun memberikan klarifikasi.

Parmono mengatakan, deklarasi kades kepada anggota DPR RI Sudewo menjadi bakal calon Bupati Pati dan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi menjadi bakal calon Gubernur Jawa Tengah itu terjadi secara spontan. Deklarasi itu juga dilakukan tidak saat tahapan pilkada, karena belum ada penetapan calon Bupati Pati dan calon Gubernur Jawa Tengah.

Kemarin hanya spontan. Itu juga bukan ranah tahapan pemilu. Karena belum apa-apa. Dukung mendukung ndak ada, hanya personal,” kata Parmono saat dihubungi wartawan lewat telepon, Selasa (25/6).

“Hanya dukungan Bupati Pati bukan pasangan calon. Apalagi belum pendaftaran pasangan calon maupun kampanye,” lanjut dia.

Dia mengatakan deklarasi tersebut bertujuan mengalihkan viralnya Kabupaten Pati usai kejadian bos rental asal Jakarta inisial BH (52) tewas dikeroyok warga di Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, karena dikira maling. Menurutnya, dengan adanya berita deklarasi biar pemberitaan tentang Sukolilo yang bernada negatif tidak viral lagi.

“Tujuannya memang bukan tujuan politis. Tujuannya untuk meng-counter viralnya Kabupaten Pati biar ndak menyandang predikat itu. Untuk meng-counter kasus Sukolilo itu biar ndak viral. Malu dong Mas, daerahnya disebut gitu,” terang dia.

 

Share
WhatsApp
Facebook
Twitter