Search
Close this search box.
Berita Terbaru
Makna Kreasi Janur Kuning, Pemuda Dengan Semangat Belajar Kreasi Dari Bahan Janur Kuning.

GROBOGAN, Lintasgrobogan.com.-Di Teguhan Kec Grobogan 30 mei 2024, pemuda antusias membuat kreasi dari janur kuning untuk penghias di pinggir jalan dalam Acara sedekah bumi. tokoh masyarakat (Sukardi) memberi pengarahan untuk pembuatan kreasi dari bahan janur kuning,dengan harapan mngenalkan kepada generasi muda untuk tak lupa dengan warisan budaya Jawa yang sampe sekarang masih di uri-uri.seperti kreasi dari bahan janur kuning,ungkap (Sukardi).

Asal kata ‘janur’ berasal dari bahasa Jawa yang juga mengandung serapan bahasa Arab, yakni sejane neng nur yang berarti arah menggapai cahaya Ilahi. Sementara kata ‘kuning’ menurut beberapa literatur menyebutkan bahwa maknanya adalah sabda dadi, yang artinya berharap semua keinginan yang dihasilkan dari hati atau jiwa yang bening bakal terwujud.

 

Dengan demikian, janur kuning mengisyaratkan harapan yang mulia untuk mendapatkan ridho Ilahi dengan dibarengi jasmani dan rohani yang bersih. Harapan yang baik ini diwujudkan dengan pelaksanaan hajatan yang baik pula. Di sinilah esensi sesungguhnya yang ada pada janur kuning.

 

Janur kuning sendiri merupakan daun muda pohon kelapa,dan biasanya dirangkai menjadi kreasi dan sebagai plengkap upacara adat trutma adat Jawa. Janur sendiri di buat sedemikian sesuai Acra. Beberapa di Buat untuk Acra ke agamaan,juga rangkai menjadi Ketupat dan Lepet yang jadi ciri khas Acra bulan Sawal yaitu “kupatan”. Juga acra adat jawa jadi plengkap Acra pernikahan,juga di kreasikan jadi untaian menjulang ke atas menyerupai umbul-umbul. Namun belakangan kreasi rangkaian janur kuning semakin unik dan beragam.

Bagi masyarakat Hindu di Bali, seni merangkai janur juga disebut ‘mejejahitan’, suatu prakarya dengan bahan utama janur dan aneka dedaunan. Disebut jejahitan karena cara cara merangkainya menggunakan teknik jahit dengan memakai bambu kecil yang disebut biting/semat. Berkat kemajuan teknologi, biting atau semat tersebut sudah digantikan oleh staples. Alat ini akan lebih memudahkan dan menghemat waktu dalam proses merangkai janur. Agar rangkaian janur tetap terlihat estetik, arah dan jarak staples tetap harus diperhatikan

Dalam tradisi Jawa, janur dianggap sebagai simbol kebahagiaan ini diolah menjadi beragam bentuk dan fungsi. Selain dibentuk bulat semacam bokor dan umbul-umbul yang berfungsi sebagai penanda atau petunjuk, janur juga dirangkai menjadi kembar mayang (sepasang hiasan dekoratif yang dipajang di pelaminan).

Dalam upacara perkawinan adat Jawa, kembar mayang digunakan sejak prosesi midodareni sampai prosesi panggih. Hiasan dekoratif ini pun menjadi simbol penyatuan dua individu dalam wadah rumah tangga. Sementara warna keputihan pada janur diharapkan menjadi doa agar cinta dan kasih sayang diantara mempelai dapat selalu muda laksana sebuah janur.

Sekarang jadi lebih tau tentang janur kan. Ternyata janur bukan sekedar hiasan di acara-acara pernikahan aja, tapi juga digunakan di upacara-upacara adat dan punya nilai filosofi yang luhur.lintasgrobogan.com.

Share
WhatsApp
Facebook
Twitter